Rabu, 12 Mei 2010

KISAHKU JAUH DIRANTAU
KISAH CINTA WARSILAN WITH TRI NINGSIH


Kisah ini berawal ditahun 1999,tepatnya tanggal 05 september 1999 pas 4 hari sebelum ada kabar akan datangnya kiamat tanggal 9-9-99.Diriku dituntut oleh sebuah cita-cita & masa depan yang lebih baik memberanikan diri untuk meninggalkan kampung tercinta untuk menyeberangi lautan mencari sesuap nasi.Beberapa kisah dikampung harus rela untuk aku tinggalkan, satu hal yang membuat hati ini tak kuasa untuk meninggakan,,,,,,, yah sebuah tambatan hati akhirnya harus rela untuk aku tinggalkan juga,walau hati ini begitu tidak rela tp dengan keiklasanya untuk masa depan kami akhirnya semuanya luluh.( wah kayak lagunya SAMSON ).

cerita kisah cintaku dulu sebelum akhirnya aku memutuskan untuk merantau.
3 bulan sebelum aku memutuskan merantau q menjalin cinta dgn gadis satu kampung tetapi sekolah SMK
di kota Solo sebut saja namanya nining dia bru klas 2 SMK,tetapi namanya cinta walau masih sekolah udah cerita yang namanya masa depan setelah menikah nanti.Dan hubungan kamipun kayaknya belum ada aral yang melintang semua serba enjoy dan pasti,sampai pada akhirnya Dia harus rela untuk q tinggalkan sementara waktu.tetapi waktu itu kami punya komit untuk selalu berkirim kabar dan tak akan saling menghianati ada temen yang tau & mendengarkan komitmen kami tersebut namanya Wareidien.

3 hari 2 malam akhirnya sampai juga q ketempat kerja yang q tuju,selama dalam perjalanan terus teringat kampung halaman terutama bayangan kekasih tercinta,semakin ingin melupakan semakin kuat bayangan wajahnya.Singkat cerita akhirnya q telah bekerja di sebuah kawasan industri di Sei Guntung Indragiri Hilir Riau PT.Sumatra Timur Indonesias hampir mendekati P.Batam.Detik demi detik,menit,jam,hari,bulan
,dan tahun berganti tak terasa telah hampir 2.5 tahun q diperantauan.Ditempatku kerja soal materi begitu mudah mendapatkan sehingga waktu itu dalam pikiran aku ,inilah masa depan yang harus aku perjuangkan dan teruskan walau q harus jauh dari kampung halaman. Dalam rentang waktu 2.5 tahun hubunganku dengan kekasih di Solo terjaga dengan harmonis dan baik-baik saja gak ada tanda2 penghianatan.Diperantaun penulis sebetulnya punya kenalan cewek tapi gak usah diceritakan nanti ceritanya terlalu panjang,kalau nanti ada produser sinetron yg berminat barulah penulis membuat ceritanya.

Disaat masa kontrak habis,disinilah awal mula persoalan timbul,disatu sisi q harus terus maju untuk karier dan masa depan disisi lain ternyata kekasih tercinta berharap pulang dan merajut masa depan di kampung.apalagi kami sama2 anak bontot yg kata orang selau dekat dengan orang tua.dan satu hal yang penting orang tua kamipun akhirnya mendukung keputusan kekasih q yg berharap pulang kekampung.Akhirnya akupun memutuskan pulang kampung dengan meninggalkan pekerjaan dan masa depan di perantauan.

Sesampai dikampung keluarga begitu gembira menyambut kedatanganku karena maklum selama merantau baru sekali ini aku pulang,tetangga,temen kerabat semua datang seolah2 diriku bak pahwan yang baru pulang dari medan laga.tapi yang aku harapkan yaitu kekasih pujaan hati belum menemuiku walau aku tau dia udah bekerja di Solo dan belum bisa balik.

Dalam beberapa hari aku masih disibukkan oleh kadatangan kerabat yang menanyakan kabarku waktu dirantau,dan keiginan untuk ketemu kekasih masih tertunda.Setelah tak adalagi kerabat,teman & tetangga yang datang lagi maka kuputuskan untuk menemui kekasih di Solo.
Sesampai di kota Solo alangkah senangnya hati ini yang sebentar lagi ketemu dengan pujaan hati,dan benar dia menjemputku diterminal Tirtonadi Solo,aduh hati ini sungguh bahagia ternyata dia masih komit seperti yang dulu,dan sekarang dia semakin dewasa dan cantik sekali dimataku dan kami akhirnya bersama -sama kerumah kakaknya di Perumnas Mojosongo Jln sibela Utara Solo.akhirnya kamipun berkangen-kangenan untuk melepas rindu selama 2.5 tahun dan keluarga di Solo pun juga menyambut dengan suka cita.

Setelah dirasa cukup untuk masa pacaran, dan bentuk komitmen kami akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami kejenjang pernikahan ,rencana itu telah kami bicarakan dengan keluarga di Solo saat aku berkunjung untuk kedua kalinya di kota itu,Akhirya kamipun mohon restu ke ortu Nining beliaupun tidak keberatan juga.

Kini hari2ku udah disibukan dgn rencana pernikahan,cincin,dan persyaratan pernikahan telah aku siapkan
termasuk tentu persiapan mental.Walau kita jauh karena dia tetap kerja di Solo tapi kami selalu komunikasi untuk persiapan pernikahan,sebulan telah berlalu akhirnya Idul fitri akan segera datang,setelah itu baru hari H pernikahan akan di tetapkan persis seperti jadwal yang telah keluarga kedua belah pihak telah sepakat.


Manusia punya rencana tetapi Allah yang punya Ridho.

Rencana yang telah matang ternyata belum tentu membuat pelaksanaan seperti yang kita inginkan,Rencana tinggal rencana semua berantakan seperti tak terencana.

Lebaran di tahun 2001 yang harusya aku jalani dengan rasa suka cita tetapi hari itu kurasakan dunia seperti qiamat,baru sekali ini aku merasakan sakit hati yang begitu sangat.

Seperti rencana semula bahwa lebaran akan dijadikan keluarga kedua belah pihak untuk mematangkan dan menentukan hari pernikahanku,tetapi tanpa ada sebab dan musababnya ninig berubah 1000 persen,entah apa maksudya ,yang jelas Nining seolah2 tak tahu bahwa telah merencanakan sebuah perkawinan.semua rencana seolah2 hanya angin berlalu dan isapan jempol belaka.

Hari pertama Lebaran hatiku semakin tak menentu,hari itu bagaikan qiamat,tak ada kata2 yang bisa aku ucapkan,bahkan nining pun juga diam seribu bahasa,aku masih ingat malam Lebaran aku dan Ning terlibat percekcokan kecil dan aku tak menyangka ternyata percecokan malam itu akan seperti ini,malam Lebaranpun kami habiskan hanya dengan berdebat yang tak ada artinya.
memasuki hari ke 3 setelah Lebaran tanda2 perkawinanku gagal udah mulai terkuak.Dan alangkah kagetnya hati ini aku tak menyangka bahwa semua ini terjadi karena dilatar belakangi dan didalangi oleh orang tua Nining yang tak lain adalah BU ADI NGATINAH CS.,beberapa hari sebelumnya bu Adi ngatinah pernah bilang pada aku dan keluargaku bahwa pernikahan batal karena sikap Nining tetapi ternyata semua hanya akal buluuuussssss ( maaf bulus nama kamu tak sebut-sebut!!!!!)

Babak baru setelah cerita terkuak

hari ketiga setelah Lebaran Akhirnya Tri ningsih bercerita ke aku ,"bahwa semua begini karena orang tua pada malam Lebaran ternyata masih menerima laki2 lain untuk menjadi menantu dan tak lain laki2 itu temenku juga namanya Suripto( sori dab jenengmu tak tulis neng kene!) dia anaknya perangkat desaku( Hargosari Menthel ) oalah teryata Pagar Makan Tanaman kayak lagu dangdutnya Mansyur."

bersambung.................